Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Profesi Auditor


Belakangan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di beberapa instansi pemerintahan mensyaratkan nomor registrasi akuntan bagi para pelamar dengan latar belakang pendidikan sarjana akuntansi. Meski bidang kerja yang dipilih belum tentu di bagian audit, namun legalitas nomor register sepertinya menjadi syarat utama bagi legalitas keilmuan sebuah profesi akuntan. Dengan diwajibkannya memiliki nomor register, seorang sarjana akuntansi harus menempuh pendidikan tambahan selama lebih-kurang satu tahun agar memperoleh gelar “Ak.” (Akuntan), yang dengan legalitas tersebut bisa dipergunakan sebagai syarat pengajuan nomor registrasi di Departemen Keuangan RI.  Pada beberapa universitas negeri Indonesia ternama, nomor register akuntan diberikan secara otomatis bersamaan dengan kelulusan seorang mahasiswa.
Salah satu profesi yang makin banyak dikenal dari sebuah lulusan sarjana akuntansi adalah profesi sebagai auditor. Profesi auditor adalah spesifikasi profesi dari seorang sarjana akuntansi, dan merupakan suatu profesi keahlian.  Dikatakan keahlian karena untuk menjadi seorang auditor diperlukan beberapa persyaratan, diantaranya harus memiliki pendidikan akuntansi sebelumnya. Bahkan jika seseorang ingin membuka kantor akuntan publik, ada persyaratan lainnya yang harus dipenuhi selain sebagai lulusan sarjana akuntansi saja. Selain itu, dalam pelaksanaannya, auditor (di Indonesia) juga dituntut untuk bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI, dulu “Ikatan Akuntan Indonesia”), serta Kode Etik Profesi Akuntan Publik (KEPAP, sebelumnya bernama ”Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik”) yang dikeluarkan oleh lembaga yang sama .
Banyak kasus yang meriwayatkan bahwa pekerjaan sebagai auditor hanya dijadikan batu loncatan untuk karir yang lebih baik di perusahaan atau instansi pemerintahan ternama. Wajar sih…karena bukan rahasia lagi jika seseorang yang memiliki pengalaman sebagai auditor sebelumnya akan memiliki posisi tawar yang tinggi jika dia melamar di perusahaan lain. Namun jika menekuni profesi ini secara konsisten, kesempatan untuk membuka jasa sebagai auditor akan menjadi mudah karena pengalaman serta relasi yang sudah pasti tidak sedikit.
Alasan lain dari kebanyakan orang yang tidak mau menjadikan auditor sebagai satu-satunya profesi seumur hidup biasanya dikarenakan irama kerja mengaudit yang under pressure, serta jam kerja yang kadang tidak mengenal waktu. Hal itu dikarenakan sifat pekerjaan mengaudit adalah ‘kaji ulang’ dengan tenggat waktu yang telah ditentukan sebelumnya.  Gambaran sederhananya: sebuah laporan keuangan harus ditelusur kembali data-datanya sehingga dapat dipastikan keakuratan perhitungan serta pelekatan “akun-akun” nya. Sebelum sampai pada tahap kaji laporan keuangan, kepastian mengenai pengendalian internal sebuah perusahaan perlu ditelisik terlebih dahulu. Bagaimana suatu sistem dalam perusahaan berjalan?; Apakah pembagian kerja serta pelaksanaannya sudah sesuai dengan fungsi yang seharusnya?; Serta risiko yang kiranya akan muncul dalam pelaksanaan audit nantinya.


Kamis, 09 Juni 2011

Online Shop

Kita tahu bahwa online shop (olshop) kian hari makin menjamur. Alasan pelaku usaha olshop sebenarnya cukup sederhana: lebih fleksibel karena bisa dijalankan sembari mengasuh anak atau menjadi orang kantoran, asalkan media utama seperti komputer/laptor terhubung, maka promosi dan transaksi bisa dilakukan deh... Bahkan media komunikasi seperti Blackberry (BB) pun dijadikan alat yang dipercaya paling ampuh menjaring pelanggan.

Selain alasan fleksibilitas, alasan lain adalah masalah efisiensi. Pelaku olshop tidak perlu capek-capek menumpuk persediaannya digudang atau toko karena pembelian bisa langsung dilakukan by order. Pelaku olshop juga idak perlu berpayah mengeluarkan modal besar-besar an untuk bisa 'membuka toko'. Tinggal cari pemilik barang, lakukan perjanjian ini-itu, barang siap dijual. Mudah bukan?

Hal yang tidak kalah penting adalah, olshop merupakan jalur yang sangat menguntungkan bagi orang yang merasa "tidak memiliki kemampuan bernegosiasi", namun punya minat untuk berdagang. Dengan adanya olshop, sudah tidak berlaku lagi istilah "Saya tidak bisa jualan krn saya tidak pandai bicara".
Namun seperti kata pepatah: tak ada gading yang tak retak. Begitupun dengan online shop.
Dibalik segala kepraktisan dan efisiensinya, kelemahan online shop terletak pada kedekatan emosionil pelanggan dengan penjual yang kurang ter-up grade. Fokus onlshop hanya pada produk semata, tanpa memedulikan kedekatan emosionil dengan pelanggannya. Maka tak heran jika di status jejaring sosial, atau BB, kita bisa di invite oleh banyak toko online yang bisa saja kita tidak mengenal pemiliknya. 
Bahkan ketidaknyamanan akan muncul ketika tag promo produk selalu dilayangkan ke laman akun kita. 

Begitu sekilas pendapatku mengenai onlineshop dan kedekatan emosionil dengan pelanggan. Pembahasan selanjutnya InsyaAllah kita bicarakan di OnlineShop 2 yah! ^_~



Sabtu, 08 Januari 2011

RajutKu

Horeeee....!Finally we have our own label! hehehe
Ide iseng sahabatku yang seorang pengusaha butiq akhirnya berwujud jadi hal serius. 
Berawal dari sesi curhat soal kondisi butiqnya yang lagi sepi, akhirnya muncul ide untuk membuat sesuatu yang 'ringan', tapi bisa nambah income, dan tanpa butuh modal besar dalam mengelolanya. hihihi


Sebenarnya persahabatan kita terdiri dari empat orang. Awal persahabatan kita dimulai ketika masih SMP. Ceritanya kita adalah teman satu geng di sekolah. :p Sekarang dua di antaranya sudah berdomisili di luar Palembang, dan tinggal-lah kita berdua :D
Aku dan sahabatku ini sempat lost contact karena kita beda SMA dan Perguruan Tinggi. Tapi karena ortu kita sempat berdomisili di satu kompleks yang sama, jadi kemungkinan untuk tetap terjalinnya komunikasi adalah hal yang sangat mungkin untuk terjadi saat itu.

Sedari kami krucil (meminjam istilah mbak Meidi), sahabatku yang master perguruan tinggi negeri di bidang manajemen ini memang memiliki bakat membuat aneka ketrampilan. Salut deh. Entah darimana idenya, pasti adaaaa aja...Pekerjaannya detil dan rapih. Antitesa nya aku. hihihi
Selain itu, finalis Puteri Sumsel 2009 ini juga punya hobi mix and match baju. Wajar lah kalo pada akhirnya dia berani untuk terjun di bidang bisnis fesyen (fashion).

Kembali ke soal produk kami, 
Setelah sempat dipusingkan oleh pe-nama-an, akhirnya kami menemukan nama yang simple dan Indonesia banget: "Rajutku" ^^


Produk yang kami jual ini memang berbahan dasar rajutan loh...dan semua hand-made asli!  Modifikasi produknya berupa bros, kalung, jepit rambut, dan rencana selanjutnya bandana serta bando!
Jika sudah punya tambahan pegawai, tidak menutup kemungkinan jenis produk bisa bertambah. :)
Sistem penjualan kami adalah by order alias just in time. Bagi konsumen yang berminat bisa lihat dulu contoh barang atau gambarnyanya.  Jika tertarik, bisa order ke alamat email: masayu_ct@yahoo.com
Nanti kita buatkan segera. ^^
Soal harga, tentu ada perbedaan antara harga grosir (minimal satu lusin) dan harga eceran. Yang pasti, harganya terjangkau koq. ^_~

Alhamdulillah untuk saat ini kita sudah memasok barang ke salah satu konsumen pemilik butiq di Bandung. Jika ternyata pasaran di sana lancar, kita akan dijadikan suplier tetapnya. Yah...semoga saja...AMIN. hehehe.

Begitulah sekilas tentang salah satu kesibukan baru ku. Kesibukan yang berawal dari ajang curhat dan iseng-iseng. hehehe...

Kalung:


Jepit Rambut:

 




 Aneka Bros:



 
Ini versi yang udah packaging ^^ :




           

Selasa, 04 Januari 2011

Kalau ditanya hal yang paling susah dalam menjalankan sebuah usaha, maka akan kujawab: Mencari tenaga Kerja.
Ini bukan perkara sekadar membayar media untuk mengiklankan, atau persoalan secarik kertas yang berisi iming-iming tawaran kerja semata. Namun ini lebih pada "trust". Trust is more than just believe.
Meletakkan trust pada seseorang yang baru kita kenal pertama kali adalah hal yang sangat sulit. Begitupun memberikan trust kepada calon pegawai yang akan kita rekrut. Kita butuh orang yang dapat membantu menjalankan usaha dengan baik, sementara mereka (calon pekerja) membutuhkan 'majikan' yang dapat memberikan kesejahteraan seperti apa yang diharapkannya.
Mereka harus dapat meyakinkan kita bahwa mereka orang yang tepat, dan kita harus dapat meyakinkan mereka juga bahwa bekerjasama dengan kita adalah pilihan yang tepat.

Setelah berminggu-minggu, Alhamdulillah aku sudah menemukan tenaga bantu tambahan driver untuk usaha yang kujalankan bersama papa. Lepas dari itu, perkara selanjutnya adalah mencari  tambahan tenaga bantu untuk usaha hand-made yang baru seumur jagung kujalankan bersama sahabatku. Ini perkara yang lebih ribet karena kami sepakat mencari tenaga bantu hanya dari sekitar 'pabrik kecil' kami. Itu artinya scope peluang tenaga kerja lebih sempit. 

Harapanku, dalam minggu ini kami sudah menemukan the right man tersebut. Karena rencananya akhir bulan ini aku akan meninggalkan Palembang sesaat untuk berangkat kerumah Bapak-Ibuk di Magetan. Kakak iparku satu-satunya Alhamdulillah akan menikah. Bertahun-tahun merantau ke luar pulau, ternyata berjodoh juga dengan pria pribumi. hihihi.
Subhanallah...Harapan aku dan suami terwujud. Mbakku mendapatkan jodoh pria setempat yang dikenal baik. Berprofesi sebagai pebisnis muda yang sudah mapan dibidangnya. Pemain tunggal di bidang bisnis kuliner khas daerah sana -gethuk pisang-, serta kerajinan kulit yang menjadi ciri khas Magetan. :)