Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

Roti Komplit


Ini salah satu panganan masa kecilku yang masih eksis sampai sekarang di kampung halamanku. 
Sesuai namanya, roti ini memang terbilang komplit isinya. Selai kacang (butter dengan campuran gula pasir & kacang tanah yang dirajang), selai nanas, selai srikaya (terbuat dari santan,beraroma pandan, dan berwarna hijau), selai stroberi, meses coklat, semua dioles dan disatukan dalam satu roti. Selai-selai ini sih sepertinya buatan sendiri...
Roti dasarnya adalah roti yang berbentuk seperti roti tawar biasa, namun ukurannya sedikit lebih kecil dan berbentuk whiteloaf. 



Roti ini nanti dipotong secara memanjang, kemudian di isi selai yang rame itu. hehe


Sekarang roti ini telah mengalami modifikasi dengan cara dibakar. Kalau menurut riwayatnya sih biasanya roti ini disajikan tanpa dibakar. Di isi dengan selai yang beraneka ragam, terus siap langsung disantap deh...
Yah...mungkin roti komplit ini sudah 'terkontaminasi' dengan roti bakar bandung yang mulai menjamur di kotaku kali yah?hihihi




Rabu, 20 April 2011

Sop Ubi

Menu kali ini sederhana sekali kalo dilihat.
Ini salah satu kuliner populer yang saya dapatkan di kota Losari ini.
Soal rasa, tidak jauh berbeda dengan sop sayur pada umumnya. Hanya saja aroma seledri dan merica-nya tidak terlalu kuat. Perbedaan lainnya adalah pada isinya yang terdiri dari taoge, bihun, potongan ubi (singkong), dengan tambahan telur rebus dan potongan daging sapi.




Masyarakat sini (termasuk saya) suka mencampurnya dengan kacang tanah goreng dan perasan jeruk nipis serta lombok (sambal) sebelum menyantapnya. Seperti ini:


Hhhmm....yummy...
Info tambahan:
Sop ubi yang terkenal disini ada di jalan Datumuseng. Namanya "Sop Ubi (dalam lorong)". Letak warung sop ubi ini memang masuk lorong sempit yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Konon katanya, warung sop ubi disitu usianya sudah puluhan tahun loh...dan tetap tidak berubah rasanya. :)

Kamis, 07 April 2011

KAPURUNG

Namanya kapurung. Terbuat dari tepung sagu yang direbus dengan air kemudian dibentuk seperti bakso. Tapi karena bertekstur lengket, jangan harap bentuknya akan bundar sempurna. 
Bagi pemula, ketika makan ini mungkin akan merasakan seolah-olah  makannya "nyangkut" ditenggorokan. Maklum, bertekstur lengket. hehe...
Tapi tekstur lengket tersebut akan ternetralisasi dengan kuahnya yang gurih dan asam. Kalo aku paling suka bau harum dari bumbu khas-nya itu looh...hhhmmm....
Oya,kuahnya juga dicampur ikan kecil dan aneka sayur-mayur hijau (sepertinya ada bayam)

Ini adalah makanan khas Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Luwu. Tapi di Makassar makanan ini cukup populer bahkan menjadi salah satu menu favorit. Kalo aku...jujur saja....masih dalam tahap penyesuaian! hahaha...Tapi aku sangat suka kuahnya yg gurih dan harum itu....Apalagi kalo dimakan pas cuaca dingin...hhhmmm...yummy.... ^^


yg bening2 itu kapurungnya




Rabu, 27 Oktober 2010

Nanamia Pizzeria, Miss it! ^^

Edan!
Belakangan ini hasrat kuliner makanan Eropa (yg tentunya sdh dimodif dg lidah org Ina) yg satu ini benar-benar sedang menduduki chart tertinggi di daftar menu kuliner favorit-ku, mengungguli pempek yg selama ini aku bangga2kan! wakakakak
Blm ada satu bulan, aku sdh tiga kali mengunjunginya, dan melahap tiga varian pizza, satu varian spaghetti, plus dua varian minuman ringannya! hihihi. 
Entah napa ya..koq belakangan hidung & lidahku lebih senang dgn aroma & sensasi lumeran mozzarella dengan minim toping. Sampai2 praktis blakangan ini pempek jarang tersentuh olehku. hahaha

Pernah suatu sore tiba2 terbayang pizza tipis tanpa banyak toping seperti yang pernah ku makan di cafe fav-ku sewaktu masih di jogja: NANAMIA
Yah...ini cafe makanan Italia pertama yg dikenalkan oleh seorang teman, & langsung bikin aku jatuh cinta. Kebetulan pemiliknya adalah teman karib salah satu sepupu sahabatku,Anis. So,setiap mau ke sana kita sering booking tempat dulu karena bisa antri kalo agak malem-an datengnya. hihihi

Meski tempatnya kecil, mini resto ini tergolong klasik dan unik. Nuansa Eropa sepertinya berusaha dihadirkan oleh sang empunya. Selain itu, kayaknya ini cafe nongkrong dgn menu makanan2 Italia yang the one and the only one di Kota Gudeg. Perbedaannya dengan cafe pizza biasanya (tau kn yang aku maksud?) adalah cara memasak yang masih menggunakan Anglo, serta ukuran pizza yang tipis tidak seperti "roti pizza" pada umumnya di Indonesia.hehehe.

Gak heran kalo mini resto yang sering di penuh-sesak-i oleh orang2 bule ini jadi salah satu tempat favorit buat nongkrong di Jogja. Bahkan aku pernah menjamu dua orang sahabat Eropa-ku untuk makan disini,dan mereka sangat terkesan dengan rasa menu2nya,serta suasananya.
Aku dan mbak Meidi pun pernah menjadikan pizza nanamia sebagai oleh2 untuk pulang kampung. Pulang dari Jogja,oleh2nya bukan gudeg tapi pizza! hahaha.

salah1 varian pizza di nanamia



lasagna di nanamia
 
Awal cerita berdiri cafe ini sih katanya gara2 si mbak yg asli Jawa & bersuamikan orang Belanda ini (loh koq Belanda yah? :D ) punya hobi masak pizza dan sering menjadika menu tsb sebagai  suguhan  kalo temen2nya maen kerumahnya. Teman2 nya berminat, sering order, lalu muncul lah ide bikin bisnis. Loh..koq ngalor-ngidul kesini?:D

Kembali ke soal roti tipis ini.
Demi mengobati rasa kangenku akan nanamia, Pizza Hut satu2nya pilihan mutlak di Palembang. Walau tak menemukan varian pizza tipis seperti di nanamia, aku menemukan satu varian favorit yang selama ini luput dari jangkauan sensor pandanganku, dan cukup lah  sebagai pengobat rasa rindu akan pizza tipis nan renyah yang belum tergantikan itu: deluxe cheese!
Ukurannya cukup tipis untuk sekelas "pizza Indonesia". Topping-nya juga gak rame. Tp bagi yg gak terlalu doyan aroma keju & sebangsanya, disarankan untuk jangan sekali2 mencoba varian yg satu ini, karena topingnya nyaris cuma terdiri dari mozzarella, keju, & sedikit tomat pasta. :D



Deluxe Cheese. Yummmyy... :p
 




P.S: Maap yah teman2 postinganku blakangan ni crita makanan mulu...hihihi

Rabu, 25 Agustus 2010

Martabak bantal ^^

Menu camilan berbuka kali ini pasti udah gak asing. Tp setahuku, kl di jawa (I've been living there for some years) isi-nya telur bebek ato ayam yg di orak-arik sama seldri & daun bawang. Nah,martabak yg kali ini versi kampung halamanku (Palembang). Gaktau kalo di daerah lain apakah sama?

Selain buat camilan, di kota kelahiranku menu ini biasanya dijual setiap pagi sebagai salah satu menu sarapan. Dimakan sama cuko pempek. Hhhmm....Biasanya aku rebutan sama papa. hihihi.

So, kalo ditanya "martabak", ya yg isi seperti inilah yang difahami oleh rata-rata penduduk di kampungku. :) Sementara martabak isi telur+seledri+daun bawang itu biasanya dikenal dengan sebutan martabak "sayur super" (dbilang super krn biasanya memang dijual dlm ukuran besar, lalu di potong-potong) dan biasanya dijual berbarengan dengan martabak "Har" (martabak isi telur bebek utuh dgn kuah kari kambing). Oya, "martabak bantal" adalah istilah yg aku bikin sendiri krn bentuknya gemuk & kyk bantal. hehehe. So, kl ke palembang, ckp bilang "martabak" aja yah! ;)

Teknik memasak kulitnya gak se ribet martabak "Har" yang kudu di banting2 dulu itu. hehehe, tapi cuma dibikin adonan seperti cara membuat kulit dadar gulung. Bedanya, bahan adonannya hanya terdiri dari terigu dan telur. Kira2 1/4 terigu + 1 butir telur ayam. Kasih sedikit garam supaya kulit tidak hambar rasanya. Aduk dengan air sedikit-demi sedikit. Pastikan adonan mengental & jangan terlalu cair yah...Trus saring supaya tidak ada gumpalan terigu di adonan.
Nah, kalo sudah di saring, tuang adonan perlahan di atas teflon ukuran sedang, masak dengan kondisi api kecil & di tutup. Adonan yg dituang jangan banyak2 loh. Nanti kalo kulitnya terlalu tebal juga gak enak. Kira2 satu sendok pengaduk sayur. 
Buat beberapa lembar sesuai selera dan kapasitas adonan.

Untuk isi:  4 Kentang besar di potong dadu, daging ayam/sapi dicincang kasar (banyaknya sesuai selera) , 2 lmbr daun seledri +daun bawang di iris tipis, 1 butir telur ayam. 
Yg dihalusin: 3-4 butir bawang putih, setengah sendok makan merica butiran.
Cara bikin isinya: Masukkan bawang putih di atas wajan berisi minyak goreng, trus langsung masukan daging cincang. Tumis bersama-sama. (Daging di tumis bersamaan dengan bawang supaya bumbu meresap ke daging & daging bisa di masak lebih dulu supaya empuk), trus masukkan merica yg udah dihalusin. Kasih sedikit air supaya daging & kentang empuk (airnya sedikiiiiiit aja coz kentang kn sdh mengandung air). Tutup, masak dgn api kecil.
Kl udah agak mateng & airnya sedikit mengering, masukin telur ayam, garam-gula secukupnya, kemudian diaduk rata bersama bahan2 lain (Telur jangan di kocok dulu yah...langsung cemplungin aja ke wajar berisi bahan2 lain itu. trus di aduk rata). Terakhir seledri + daun bawang.

Kalo isi sudah siap, masukin isi ke dalam dadarnya, dilipat, dan jangan lupa di 'lem' tiap ujung lipatannya supaya pas di goreng lipatannya gak lepas. 'Lem' nya dari sisa adonan yg tersisa di saringan aja krn adonan yg tersisa di saringan sudah lebih mengental dan cocok dijadikan 'lem'.
Gini nih contohnya: 













Terakhir, tinggal di goreng deehh...
Tradaaaaaaa......!!!




Special tips: 
Waktu buat kulitnya, masukin adonan jangan pas teflon kondisi panas yah...nanti tekstur pinggiran kulitnya keras trus agak sulit buat di lipat2. Trus adonannya cukup terigu & 1 butir telur aja. Jangan pake susu/santan nanti adonan terlalu lembek. Adonan jangan di campur air anget yah!Tepung terigunya usahakan cap segitiga biru/cakra. bukan iklan, tp spy adonan lebih bersih aja. kn nnti dipake buat lem-nya juga? Lem-nya jangan dari telur, nanti pas di goreng jd jelek.

Untuk isi, kl ga mau ribet nyincang, daging nya di chopper aja. Tp di chopper-nya bentaaaaaaar aja spy gak t'lalu ancur (alternatif kl ga ada daging cincang). Trus untuk merica, usahakan merica butiran spy lebih terasa aromanya.


pas mw menggoreng martabaknya, minyaknya banyak sampe martabaknya terendam sempurna yah spy hasilnya bagus. Trus masukinnya usahakan pas minyak udah bener2 panas, lalu bgtu martabak uda masuk ke minyak, masak martabak dg api kecil. okey?;)

*Sekitar 5-6 porsi

The last, selamat mencoba! ^^

Sabtu, 21 Agustus 2010

Puding Buah Cocktail

Sejak menikah, memasak bukanlah hal yang baru bagiku. Kalo pulkam (baca: pulang kampung) aku sering terjun ke dapur buat bantu2 mama. Pas jadi anak kost pun aku pernah beberapa kali buat menu pribadi walau sebatas menu2 simple.

Bedanya, sejak menikah menu masakanku jadi lebih berfariasi. Suami dan aku adalah tipe pemakan. Waktu masih pacaran dulu, sasaran pertama nge-date kita adalah berburu kuliner. dari sekadar nongkrong di angkringan sampe resto dengan menu2 'berat' gak luput dari sasaran kami. Hahaha.  
Kalo secara pribadi, yang namanya jalan-jalan, makan adalah agenda wajib yang harus disertakan. Rasanya bukan jalan2 kalo gak makan! hehehe.
Makanya seneng banget rasanya kalo dapet partner jalan yang punya hobi sama: berburu kuliner! hahaha.

Menu dessert pertama berpuasa bareng suami tercinta adalah puding cocktail. Sederhana, tapi bisa memberikan rasa segar ketika berbuka. 
Pertama ngerasain puding ini waktu dikasih tetangga. Maklumlah, dirumahku kue-kue an dan sebangsanya kalah populer dibanding pempek dkk. So, mama lebih suka bereksperimen dgn pempek dan sebangsanya. Makanya begitu dikasih sama tetangga ni puding sempat teronggok cukup lama di kulkas! *heransamaorang2rumah mode:on*

Dan aku salah satu orang yang menggemari puding2an. Termasuk puding buah cocktail ini.



Cara memasaknya tergolong gak ribet. Bahkan,cara membuatnya pun bisa dikatakan 'ngarang'. :D untung rasanya bisa mirip! hihihi.

Yg perlu di siapkan (maaf takaran gak pake gram2-an.hehe):
1. Agar2 swallow globe   1 bks.
2. Tepung maizena 3 sendok makan, larutkan dgn air matang dalam takaran 1 gelas belimbing
3. Susu kental manis putih, larutkan dgn air matang dalam takaran 1 gelas belimbing. Banyaknya susu sesuai selera.
4. Satu kaleng buah cocktail
5. Setengah gelas sirup aroma jeruk (Kl ga ada, bisa dganti nutrisari jeruk yg dilarutkan dg air matang)
6. 3 - 4 gelas air (ga usah takut kebanyakan air, krn puding ini nanti teksturnya memang lembut)

Cara Buat:
1. Agar2 + air + larutan maizena + gula secukupnya. Masak bersama sambil sesekali di aduk rata.
2. Setelah matang, angkat, tuangkan larutan susu cair (larutan susu cair dituang setelah bahan di angkat spy nanti tekstur putih pudingnya merata & bagus), tuang di loyang. Lbh bagus kl di mangkuk puding anti-panas spy bentuknya nnti lucu ^^ . Dinginkan.
3. Setelah dingin, tuang buah kaleng (ga usah ambil airnya), tuang sirup di atasnya.
4. Dinginkan di kulkas.
5. Potong2, dan siap di santap deeeehhh... ^^


*Selamat mencoba*