Tampilkan postingan dengan label Friendship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friendship. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2011

Hari yang melow

Salah satu sahabat baruku di kantor diterima di salah satu BUMN ternama. Sedikit shock theraphy buat si bos karena ni anak baruuu aja diamanahkan sebuah kepercayaan yang berkaitan dengan beberapa klien yang 'sulit'. 
Kecewa, sudah pasti terlihat jelas dari wajah si bos. Tapi bagi kami? (baca:sesama karyawan), hal tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan. Kami menjadi saksi bagaimana dia berjuang untuk mendapatkan posisi tersebut. 

Seperti yang pernah aku ceritain di sini, profesi di kantor akuntan sering dijadikan batu loncatan menuju karir yang lebih cemerlang. dan sahabatku ini hanyalah satu dari sekian sahabatku yang punya pemikiran sama. (berkarir di perusahaan atau instansi ternama)

Pasca farewel party kecil-kecil an (alias makan-makan), kami nongkrong di Losari (orang sini menyebutnya "pantai" ). Cerita sana-sini, khususnya perihal potensi karir di kantor.
Jujur, meski baru beberapa bulan, entah koq aku ngerasa melow yah?  Keakraban yang baru aja dimulai harus terpisahkan karena 'konsekuensi sebuah kehidupan orang dewasa'. 
Satu hal yang cukup menyentil waktu sahabatku ini bilang: " Nanti aku akan berada di lingkungan kerja baru, orang-orang baru, tanpa kalian..." (matanya sambil nerawang loh waktu bilang ini...).

Yah...itulah salah satu konsekuensi kehidupan orang dewasa. Dan kami (sebagai sahabat) sangat mengerti akan pilihan tersebut. 
Di lain kesempatan sewaktu di kantor, sahabatku ini pernah bilang: "Semoga nanti aku ditempatkan di sini. Biar kita tetep bisa nongkrong sama2". Hiks...ucapannya makin bikin melow2 gimanaaa gitu.... :D

Pagi ini, begitu masuk ke ruangan dan melirik meja kerja sahabatku yang sekarang kosong, rasa melow ku kumat lagi (aku menyebut kata ini ber ulang2).  Tp dalam hati aku berdoa, semoga sahabatku sukses di tempat kerja baru nya. :)


***


*Dedicated to Matheo

Rabu, 07 Juli 2010

HappY WeddinG DaY (special to my best friend)

3 days left of my best friend's wedding day.
Sayang bgt aku ga bisa hadir di hari bahagianya.
Sebenarnya sangat ingin, bahkan sudah direncanakan dengan sangat matang. Tp ada hal mendesak yang mengakibatkan aku terpaksa membatalkan rencana.
Two days before the day, aku nelfon dia. Dengan berat hati menyampaikan kabar yang gak enak ini. 
Terdengar ada lirih isak airmata yg coba disembunyikan. 
Ditambah lg dy dan beberapa yg lain sempat hadir di hari bahagiaku kemarin.
Duh...makin terbebani rasa berdosa... :(( 


Sedikit bercerita tentang dia. tentang kami.
Mungkin bisa dibilang aku sebagian dari saksi percintaannya dgn orang yang sekarang jadi suaminya. hehehe. 
Aku, dia, dan suaminya memang adalah teman sekelas dijaman kuliah dulu. Sungguh tidak menyangka saja kalau hasil kompor kita (aku dan beberapa teman yg lain) benar-benar terwujud sampai ke pelaminan.:D
Kl boleh kubilang, kisah percintaan mereka tergolong kisah yang masih sedikit bercampur dgn bumbu2 ABG. hihihi. Geli kalo ingat saat dimana si suaminya itu sering banget maen kekost ku hanya buat curhat ato menumpahkan sesak di dada karena gak bisa menyatakan perasaannya secara langsung pd sahabatku ini! hahaha.

Saat itu aku di posisi serbasalah. Mereka adalah dua teman mainku. Juga sahabatku. Tentunya aku harus dapat bersikap netral saat itu. 
Tp syukurlah, dgn seiring waktu, kedewasaan mereka yang menjawab arah hati mereka sendiri. 
Si wanita mengatakan aku mak comblang. Tp aku tidak merasa begitu.
Mereka bercerita kpdku karena memang sudah ada benih lope-lope di hati masing. hihihi. Nah, sebagai sahabat, saat itu aku hanya berniat menjadi penyambung lidah saja. Krn mnurutku, kl mak comblang itu  fungsinya adalah memperkenalkan, mempertemukan, bahkan turut campur dalam kisah asmara ybs. Sementara aku hanya sebatas perantara apa yang mereka curhatkan ttg perasaan masing2 saja. Selebihnya, aku tak tahu apa yg terjadi. :D


Aku masih ingat ttg keraguan sang pria untuk serius menjalin hubungan dgn sang wanita dikarenakan status pekerjaan yang masih blm jelas (secara kn waktu itu masih berstatus mahasiswa). Sang wanita pun ragu dikarenakan bentangan jarak yang terpisah. Tp syukurlah semua terjawab. Sebelum memutuskan melamar, sang lelaki telah bekerja pada sebuah perusahaan ternama, sementara sang wanita juga bisa leluasa berkarir di kota yang sama. 


Pendek kata, aku sangat bahagia dengan kabar ini. 
Doaku, semoga pernikahan dan kebahagiaan mereka awet sampai akhir hayat.

Happy Wedding day to my best friend. I'll always pray for your happiness.^^